Showing posts with label Komedi/Komedi Romantis. Show all posts
Showing posts with label Komedi/Komedi Romantis. Show all posts

6/21/11

Download Film Monster Mutt

 

 Film: Monster Mutt
Release: 2011
Quality: DVDRip
Genre: Comedy | Family
IMDB: http://www.imdb.com/title/tt1468727/
Users: 3.6/10 (26 votes) write review
Director:Todd Tucker
Writers:Timothy Dolan (screenplay), Todd Tucker (story)
Stars:Rhiannon Leigh Wryn, Bart Johnson and Billy Unger
Size: 375MB
====================================================
Download File { Fileserver }

==================================
Alternatif Link

| Part 1 | Part 2 | { Enterupload }

| Part 1 | Part 2 | { Mediafire | Pass: 21.com }

Di join dengn HJ-Split Baca Disini 
============================================= 
PLOT
 
Keluarga Anjing Taylor, Max, diculik oleh Caldwell Sirus jahat, (Zack Ward) CEO dari perusahaan mega Envigormax, untuk digunakan sebagai subjek tes untuk minuman energi baru super. Ketika percobaan berjalan beres, lolos Max hanya untuk berubah dari dicintai nya sendiri ke ... ''''Rakasa Mutt! Anak-anak Taylor, Ashley (Rhiannon Leigh Wryn) & Zach (Billy Unger) mencoba untuk menyimpan teman setia mereka dengan bantuan dari ilmuwan, Dr Victor Lloyd (Brian Stepanek), yang menyesal membantu mengubah Max. Anak-anak harus menghindari yang Sirus jahat dan henchwoman nya Natalya (Juliet Landau), yang bertekad untuk menangkap Rakasa Mutt untuk menyelesaikan percobaan mereka! Rakasa Mutt, adalah petualangan di kedua komedi & kekacauan sebagai ras anak-anak Taylor untuk menemukan obat untuk berbulu mereka cintai sebelum terlambat!

6/8/11

Download Film The Hangover Gratis

Balik lagi ke download film. Kali ini film The Hangover (2009) yang bisa didownload gratis. Walaupun masih tayang di bioskop, jadi mendingan nonton disana aja daripada cuma download gratis filmnya ini.. :D

Ceritanya kurang lebih ada tiga orang yang ngadain pesta bujangan. Waktu kebangun esoknya ternyata mereka lupa apa yang terjadi semalem, terus salah satu dari mereka, yaitu si calon pengantin prianya ternyata ngilang. Nah lho.. Filmnya bergenre Komedi Dewasa. Pemainnya antara lain Heather Graham, Bradley Cooper, Ed Helms, dll.

Durasi filmnya hanya sekitar 99 menit aja. Ada subtitle English/Indonesia ga? Kurang tahu deh. Tapi uda kualitas DVDRIP nih, eh salah, DVDscr deh. Download Link :
http://rapidshare.com/files/268633517/THE.HANGOVER.BY_HAPPY_UPPAL.part1.rar
http://rapidshare.com/files/268633539/THE.HANGOVER.BY_HAPPY_UPPAL.part2.rar
http://rapidshare.com/files/268643181/THE.HANGOVER.BY_HAPPY_UPPAL.part3.rar
http://rapidshare.com/files/268642999/THE.HANGOVER.BY_HAPPY_UPPAL.part4.rar
http://rapidshare.com/files/268647414/THE.HANGOVER.BY_HAPPY_UPPAL.part5.rar
http://rapidshare.com/files/268647478/THE.HANGOVER.BY_HAPPY_UPPAL.part6.rar
http://rapidshare.com/files/268650262/THE.HANGOVER.BY_HAPPY_UPPAL.part7.rar
http://rapidshare.com/files/268648619/THE.HANGOVER.BY_HAPPY_UPPAL.part8.rar

6/6/11

The Spy Next Door (2010) Jackie Chan

Movie komedi action The Spy Next Door yang dibintangi oleh Jackie Chan. Bisa download film The Spy Next Door gratis plus subtitle.

The Spy Next Door
Genre : Action - Comedy - Family
Pemain : Jackie Chan, Magnus Scheving, Billy Ray Cyrus, George Lopez, Lucas Till, Amber Valletta
Durasi : 89 menit
Sutradara : Brian Levant

Download gratis film The Spy Next Door via Indowebster (IDWS)
http://www.indowebster.com/The_Spy_Next_Door_2010_Part_1.html
http://www.indowebster.com/The_Spy_Next_Door_2010_Part_2.html

Update : http://www.indowebster.com/TheSpyNextDoor2010.html

Download Subtitle Indonesia/English :
http://www.indowebster.com/The_Spy_Next_Door_2010_English_Subtitle.html
http://www.ziddu.com/download/8514102/The.Spy.Next.Door.indonesia.rar.html
Enjoy 'n met ngedownload film Jackie Chan tersebut ya. Semoga bermanfaat.

6/5/11

Film Twilight-New Moon

Twilight merupakan salah satu buku dan juga film yang amat sangat deta suka,, yah,, selain harry potter tentunya,,

Twiligt adalah sebuah buku tentang kehidupan percintaan seorang manusia dan juga seorang vampir, Ceritanya bagus,, imajinasi Stephanie Meyer penulisnya bener-bener keren deh akh, mulai dari deskripsi vampir, kehidupan vampir sampai pada kehidupan percintaan manusia (bella) dan juga vampir (Edward Cullen), apalagi ditambah dengan adanya ware wolf, musuh bebuyutannya vampir....

Sama seperti Harry Potter, sekali dah baca bukunya, kayanya nagih tuk baca buku lanjutannya,,, walaupun tiap bukunya berkisar 500 halaman lebih,, tapi tetep semangat... hehehe...

Buku twilight ada 4 seri, yaitu twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Dawn
lebih asik baca bukunya sih daripada nonton film nya, lebih imaginatif... baca deh,,, kamu bisa beli atau pinjem ama temen,, hehehe...

Pertama tau twiligh sih gara2 temen kampus yang minta download-in twilight, eh, pas liat film nya jadi suka juga,, hehehe.... kalo kamu mau nonton Twlight yang pertamanya, silahkan beli DVD nya udah banyak banget yang bajakannya juga... tapi kalo yang mau download, silahkan download Twilight 1

Kabar gembira buat yang suka ama twilight, Film yang ke 2 twilight - New Moon ini di rilis pada 20 November 2009 di amrik, setelah sukses dengan film pertamanya, film keduanya ini kayanya bakalan bagus juga...

Sinopsis twilight 2- New Moon
Dua laki-laki. Dua cinta. Dua pilihan. Apa yang akan dilakukan Bella jika ia dihadapkan pada dua pilihan? Ketika cinta yang disodorkan padanya sama-sama dalam... dan terlarang? Yang satu napasnya. Yang satu mataharinya. Mungkinkah ia memilih keduanya? Atau belajar mencintai dari awal lagi? Tak mungkin seorang perempuan memiliki dua pasangan jiwa. Ya, kan? Karena itu ia harus memilih satu, atau membiarkan takdir memilihkan untuknya...

Jacob Black muncul dalam hidup Bella yang berantakan dan menawarkan sebentuk cinta yang lain. Ia membuat Bella tertawa dan mengenal segala sesuatu tentang Bella tanpa Bella perlu mengatakannya. Ia ada kapan pun Bella membutuhkannya, meskipun jauh di dalam hati ia tahu, dan mengerti, Bella masih teramat mencintai Edward. Lalu tiba-tiba Jacob menghilang dari kehidupan Bella. Dan kali ini Bella tak akan tinggal diam. Tidak kali ini, ketika kebahagiaan nyaris jadi miliknya lagi.

Lihat disini untuk profil pemain twillight new moon : robert Pattinson , Kristen Jaymes Stewart, Taylor Lautner, ataupun penulis novel Twillight Stephenie Meyer

Download Alvin and the Chipmunks 2

Sebenernya udah lama sih pengen share film Alvin and the Chipmunks: The Squeakquel yang tayang tahun 2009 kemarin, tapi baru sempet sekarang, hehehe, gapapa deh walau telat.. hohohoho...

Film Alvin and the Chipmunks 2 ini memang lucu banget, ngegemesin, cocok deh buat ditonton ama keluarga, kalau ada tupai yang kaya gini mau deh punya 1... hahaha

Sinopsis film Alvin and the Chipmunks: The Squeakquel ini dimulai pada saat konser, karena mereka memang rock star, keren banget deh mainnya sekaligus imut.

Saat konser terjadi kecelakaan, sehingga David Seville (Jason Lee) harus dirawat dirumah sakit dan 3 tupai lucu ini Alvin (Justin Long), Simon (Matthew Gray Gubler), and Theodore (Jesse McCartney) disekolahkan. Di sekolah, Chipmunks merasa paling terkenal diantara semua murid manusia yang ada. Sementara itu, Ian Hawke (David Cross) mencari binatang yang dapat bernyanyi dan menari. Dan ia mewujudkannya pada Brittany (Anna Faris), Jeanette (Christina Applegate), and Eleanor (Amy Poehler), the Chipettes, dan gak sabar untuk membuat mereka terkenal serta memenuhi janjinya untuk membalas dendam kepada Chipmunks.
Difilm ini deta bisa ambil kesimpulan akalu persahabatan itu lebih penting daripada ketenaran sendiri.

Pokoknya kalau yang belum nonton, kamu tonton deh,, bagus filmnya.
yang belum sempet nonton filmnya bisa download film Alvin and the Chipmunks: The Squeakquel di blog ini plus Subtitle Indonesianya.

Download
Jangan lupa ganti extension dengan .mkv (yang tadinya rar diganti jadi .mkv) 296.03 MB

Subtitle Indonesia


Tips :
  1. Silahkan klik link diatas, jika muncul halaman adf.ly maka klik skip ads untuk mulai mendownload.
  2. Kalo gak tau cara Download lewat Indowebster, silahkan lihat caranya disini
  3. Yang mau download cepet, silahkan download pakai IDM, yang belum punya silahkan download dan instal dulu IDM nya

Download Alvin and the Chipmunks 1 (2007)


Kalau kemarin deta ngebahas tentang Download Alvin and the Chipmunks 2, sekarang saya mau share juga link download Download Alvin and the Chipmunks 1. kayaknya emang lebih terkenal yang ke 2, daripada yang pertama, deta udah nonton juga,, gak kalah lucu ama yang ke 2,,

Sedikit tentang sinopsisnya,
Diangkat dari serial kartun tahun 1980an tentang kelompok musik binatang tupai dibawah pimpinan Alvin yang nakal; Simon yang tinggi dan pendiam;Theodore yang gemuk dan plin plan

Penulis lagu Dave Seville (Jason Lee) mengubah bentuk musik Alvin, Simon dan Theodore menjadi penyanyi pop yang sensasional – disaat trio tersebut menghancurkan rumah dan karir Dave, dan membuat hidup Dave kacau balau
Sumber : 21 Cineplex.com

Okelah daripada banyak bicara ntar kamu dimarahin Oky lukman,, hehe.. langsung aja download filmnya. Kualitas gambarnya dah bagus kok....

Download Film
uploaded by : andi
Subtitle Indonesia

Download Film 3 Idiots

Film 3 Idiots, mungkin udah pada nonton dan setuju kalo filmnya bagus. Tapi buat kamu yang belum nonton, jangan sedih, rasa penasaran kamu bisa terobati dengan download film 3 Idiots disini.

Sinopsis 3 Idiots
Ceritanya tentang Farhan (Madhavan) dan Raju (Sharman Joshi) yang sedang bersusah payah mencari teman mereka yang bernama Rancho (Aamir Khan). Mereka bertiga pertama kali bertemu di awal tahun ajaran Universitas dan menjadi akrab karena mereka adalah teman sekamar. Sangking akrabnya, mereka dijuluki '3 Idiots'.

Rancho adalah pemuda yang sangat pintar namun memiliki jalan pikiran yang unik dan selalu berbeda dengan orang lain. Seorang yang jenius dengan caranya sendiri. Rancho menginspirasi Farhan dan Raju dengan kalimat-kalimat bijaksana yang sering ia ucapkan (dan juga menginspirasi saya tentunya). Farhan, yang dipaksa orangtuanya untuk kuliah di jurusan teknik mesin, padahal sebenarnya ia sangat mencintai bidang fotografi. Ia tidak berani untuk menentang dan mengecewakan ayahnya, maka bakat dan keinginannya untuk menjadi seorang fotografer hewan dipendamnya dalam-dalam. Lalu ada Raju, berasal dari keluarga yang tidak mampu. Ayahnya sakit-sakitan, ibunya membanting tulang untuk membayar uang kuliahnya, lalu adik perempuannya belum menikah karena kendala biaya.
Rancho, Farhan, dan Raju bersahabat sangat erat sampai akhirnya di hari kelulusan tiba-tiba Rancho menghilang entah kemana. Lalu dimulailah perjalanan dua sahabat itu mencari sahabat mereka yang hilang.

Film India ini cukup unik, inspiratif dan juga mengingatkan kita bagaimana belajar, bagaimana mengajar dan juga tentang arti sahabat, memilih jalan yang kita suka, bukan jalan yang ditakdirkan orang tua,,

Dari covernya sih nggak keliatan Film bagus, malah terkesan terlihat membosankan, tapi pas baca review dan tanggapan temen2 yang lain, katanya film ini bagus, apalagi rating IMDB 9.0/10 wow...

Sebenernya sih saya udah download film ini sejak lama, tapi kayaknya ngeliat film nya yang hampir 3 jam, dan belum nemu subtitle Indonesianya, saja jadi lumayan males, sampai akhirnya tadi saya cari-cari lagi subtitle indonesia yang bagus, daaannn... saya menemukannya, yap akhirnya saya nonton juga tuh film, setelah lama nggak tersentuh dan berdebu di folder film,, hehehe...
Tapi,, setelah saya mulai nonton rasanya nggak bosen walaupun durasinya hampir 3 jam, malah nagih pengen nonton lagi...

Nah, bagi kamu yang mau download film 3 Idiots, kamu bisa download disini juga ditambah subtitle indonesia yang udah bagus dan pas.

6/4/11

The Green Hornet, Pahlawan yang Manja

Adalah berlebihan untuk mengharapkan inspirasi dalam The Green Hornet. Tak ada apapun di sini kecuali strategi dan konsep pemasaran serta merchandising yang bagus. Tak ada ide-ide segar yang muncul. Skenarionya ditulis Seth Rogen dan Evan Goldberg berdasarkan acara radio zaman dulu. Walaupun kita merasa mereka sudah berusaha keras, hasilnya adalah cerita yang berantakan, lemah secara konsep, dan tidak ada interest yang mengakar walaupun banyak dialog yang menyegarkan.

Sutradara Michel Gondry seharusnya tahu bahwa dia tidak bisa membuat film bagus dengan materi cerita yang kurang bagus. Tak banyak yang bisa dia lakukan kecuali mengusahakan yang terbaik dengan materi pas-pasan dengan cara mengoptimalkan
visual. Tetapi tidak banyak yang bisa dia lakukan dengan ceritanya dan juga karakter-karakter yang justru menjadi halangan baginya.

Rogen juga bermain sebagai Britt, playboy manja yang mewarisi sebuah surat kabar dan kerajaan media ketika ayahnya (Tom Wilkinson) meninggal. Britt melewatkan masa berkabung bersama temannya Kato (Jay Chou), mantan mekanik sang ayah, dan mereka lantas menyelamatkan sepasang sejoli dari genk jalanan. Inilah saat Britt mendapat ide untuk menjadi superhero - melakukan hal baik sambil melestarikan image penjahat - image yang dipromosikannya di korannya.

Sementara, penjahat sesungguhnya adalah seorang mafia Eropa Timur yang menguasai semua aktivitas ilegal di kota itu. Mafia ini dimainkan oleh Christoph Waltz yang di film ini diperkenalkan dalam sebuah scene yang sangat memuaskan. Waltz muncul di klub malam untuk berbicara dengan pemiliknya, yang telah menciptakan bisnis kristal meth tanpa memberikan sang mafia bagiannya. Sekarang, dia menagih bagiannya dan ternyata ditertawakan oleh sang pemilik klub.

Permasalahan film ini adalah komitmen Rogen dan Goldber untuk menampilkan gagasan bahwa Britt adalah seorang idiot yang komikal. Ini menjadi batasan bagi karakter dan film secara keseluruhan. Karakter Britt hanya ditampilkan sebagai pewaris harta yang dungu, bisa dibilang sebuah parodi dari pewaris kekayaan maha dahsyat. Saat tiba saatnya kekerasan, tidak ada yang peduli dengan sosoknya - selain dungu - juga manja.

Sutradara : Michel Gondry
Skenario : Seth Rogen, Evan Goldberg
Pemain : Seth Rogen, Jay Chou, Christoph Waltz

sumber:
http://www.sfgate.com/cgi-bin/article.cgi?f=/c/a/2011/01/14/MVUT1H8ELI.DTL

The Back Up Plan, Komedi Romantis yang Textbook.

The Back Up Plan benar-benar mengikuti kaidah komedi romantis. Seorang pria bertemu wanita di taksi yang mereka tumpangi. Si wanita awalnya menolak si pria yang lama-lama bisa melelehkan hati si wanita. Mereka lalu berciuman lembut, berbagi lelucon dan seks, lalu tinggal bersama. Sebuah kesalahan yang memisahkan mereka terjadi dan konflik pun mencapai klimaksnya.

Selain mengikuti kaidah di atas, film ini juga melibatkan sebuah kehamilan yang terjadi lewat cara yang tidak biasa. Jennifer Lopez bermain sebagai Zoe, pemilik toko binatang peliharaan berumur 30an yang sudah menyerah dalam hal cinta. Dia
menjalani inseminasi buatan agar bisa hamil, sebuah eksperimen yang berjalan mudah.

Lalu Zoe bertemu Stan, pembuat keju yang diperankan oleh Alex O'Loughlin. Alex bukanlah seorang udik berpenampilan udik, dia adalah bergaya tipikal orang New York dengan postur layaknya model Calvin Klein. Alex menjual keju bikinannya ke para tetangga dan bermimpi untuk memiliki sebuah toko keju sendiri. Singkatnya, dia adalah Mr. Perfect.

Zoe juga sangat menarik. Selain cantik, dia juga bekas pejabat perusahaan besar yang sekarang menangani acara-acara penandatanganan buku. Dia mempunyai anjing Boston terrier cacat yang selalu menyambut kedatangannya.

Silakan menilai sendiri humor-humor yang ada di film ini: seorang ibu yang menyusui anak yang terlihat sudah terlalu tua untuk disusui, ibu bertato yang dalam proses melahirkan bayinya. Humor-humor yang lain terdiri dari bathroom humor dan lelucon menjijikkan tentang kelahiran.

Kita melihat Lopez yang memang benar-benar sadar akan kelebihannya secara fisik. Dia tampil cukup menawan dan lebih bisa beradaptasi dibanding film komedi terakhir yang dia mainkan. O'Loughlin tampil biasa saja dan hanya membuat Lopez menonjol sendirian.

Jika berbicara tentang komedi bertema kehamilan, maka Knocked Up dan Baby Mama menyampaikan lebih banyak kesan. The Back Up Plan disampaikan dengan gaya sitkom yang mudah ditebak sebelumnya.

Sutradara : Alan Poul
Skenario : Kate Angelo
Pemain : Jennifer Lopez, Alex O'Loughlin, Michaela Watkins

sumber:
http://www.usatoday.com/life/movies/reviews/2010-04-23-backup23_ST_N.htm?csp=IMDBreviews

Grown Ups, Mereka yang Tidak Pernah Dewasa

Walaupun berjudul Grown Ups, film yang ditulis Adam Sandler ini tidaklah menampilkan cerita tentang kedewasaan sama sekali. Hal ini tidaklah mengherankan karena Sandler memang lekat dengan image seperti itu. Dia mungkin sudah 43 tahun dan punya anak tetapi masih mempertahankan jenis humor kekanak-kanakan yang membuatnya terkenal di akhir 90an (Happy Gilmore, Billy Madison, The Waterboy).

Humor-humor yang ditampilkan bukanlah sesuatu yang baru, malah cenderung antik. Sandler mungkin menganggap jokes tentang buang gas dan orang gemuk masih tetap lucu tetapi lelucon semacam itu sudah terlalu sering kita lihat dan cenderung membosankan. Pemeran lainnya (Chris Rock, David Spade, dan Rob Schneider) menampilkan jokes antara teman yang mungkin sulit diikuti orang lain di luar mereka.

Sandler berperan sebagai Lenny, agen Hollywood yang sukses. Istrinya (Salma Hayek) adalah perancang pakaian yang amat lincah, sementara anaknya yang manja sering mengirim sms kepada sang pengasuh untuk minta tambahan latte. Setelah pelatih basket Lenny sewaktu kecil, Buzzer (Blake Clark) meninggal, dia dan teman-temannya di masa kecil berkumpul di pemakaman dan terjadilah reuni diantara mereka.

Reuni itu berubah menjadi semacam kontes diantara mereka. Masing-masing mengincar kelemahan yang lain: ada yang takut istri, ada yang suka wanita lebih tua, ada yang pemabuk, dan lain-lain.

Semua itu akan baik saja jika ada nuansa komedi yang "pas". Daripada menghasilkan komedi yang lebih cocok dengan generasi sekarang, kita malah melihat 5 pria yang tidak pernah dewasa (dan tidak berniat untuk itu) yang memancing tawa dengan menembakkan panah ke kerumunan, menggoda perempuan dengan norak, atau mengganggu anak umur 4 tahun yang masih menyusui. Juga komedi slapstick yang sudah sangat familiar.

Grown Ups memang film tipikal Sandler. Jika anda memang penggemar berat dia, maka anda akan tertawa menyaksikan film ini. Tetapi, di situlah "kelemahan" Sandler. Formula film seperti ini akan menyulitkan dia untuk menjaring penggemar baru.

Sutradara : Dennis Dugan
Skenario : Adam Sandler, Fred Wolf
Pemain : Adam Sandler, Chris Rock, David Spade, Rob Schneider, Salma Hayek, Blake Clark

sumber:
http://www.usatoday.com/life/movies/reviews/2010-06-25-grownups25_ST_N.htm?csp=IMDBreviews

Little Fockers, Tontonan Keluarga yang Menyegarkan

10 tahun setelah film pertama, Greg Focker (Ben Stiller) tampaknya mulai bisa diterima oleh sang mertua galak yang ex CIA Jack (Robert de Niro). Dalam Little Fockers, si kembar Henry (Colin Baiocchi) dan Sam (Daisy Tahan) menjelang usia 5 tahun. Greg dan Pam (Teri Polo) merencanakan pesta ulang tahun meriah. Secara diam-diam, Jack khawatir akan kesehatan jantungnya dan - walaupun merahasiakannya dari sang istri Dina (Blythe Danner) - menceritakannya pada Greg, yang berusaha membuktikan kapasitasnya sebagai kepala keluarga. Keadaan semakin meriah dengan kehadiran penjual obat disfungsi ereksi (Jessica Alba), mantan pacar Pam, Kevin (Owen Wilson), dan orangtua Greg (Dustin Hoffman dan Barbra Streisand).

Lebih bagus dari film kedua tetapi tidak sebagus yang pertama, Little Fockers tetap menampilkan cerita tentang keluarga yang disfungsional dan "mengaduknya" menjadi komedi yang segar. Elemen utamanya tetap sama, yaitu konflik jenaka antara Greg dan Jack. Sutradara Chris Weitz yang menggantikan Jay Roach menghasilkan komedi lucu dengan pemain bagus dan layak tonton.

De Niro mengasah karakternya dengan sempurna, dia sangat karikatural sebagai Jack terutama gerakan tangannya saat mengucapkan "Im watching you" kepada Greg. Stiller juga menyuguhkan penampilan sangat bagus. Adegan saat dia setuju menjadi Godfocker sangat baik disampaikan. Kita bisa merasakan kecemasan dan mimpi buruk yang dialami Greg saat berkumpul bersama keluarga besarnya yang unik itu.

Tetapi ada juga adegan-adegan konyol yang justru menjadi titik rendah film ini. Misalnya lelucon yang melibatkan pencuci perut, obat disfungsi ereksi, dan beberapa lainnya yang cukup mengganggu.

Jika anda mengenal keluarga yang tidak akur satu sama lain, suruh mereka menonton Little Fockers.

Sutradara : Paul Weitz
Skenario : John Hamburg, Larry Stuckey
Pemain : Ben Stiller, Teri Polo, Robert De Niro, Owen Wilson, Dustin Hoffman, Barbra Streisand, Jessica Alba

sumber: http://www.urbancinefile.com.au/home/view.asp?a=17490&s=Reviews

Gulliver's Travel, Reduksi Sastra Klasik

Walaupun berjudul sama, Gulliver's Travel tidaklah identik dengan novel sastra klasik dari abad ke-18 tulisan Jonathan Swift. Kesamaannya hanya pada para liliput dan selebihnya film ini adalah kendaraan humor bagi Jack Black.

Karakter Lemuel Gulliver (Black) adalah seorang tukang bagi surat di sebuah koran. Dia menyimpan rasa suka kepada editor Darcy (Amanda Peet) tetapi tidak berani mengajak Darcy kencan. Malahan, Gulliver berbohong bahwa dia bisa menulis
artikel tentang travelling sehingga malah ditugaskan untuk meliput di Bermuda. Dalam perjalanan, sebuah badai menghempaskan Gulliver ke negeri para liliput.

Kehadiran Black di film ini tentu saja untuk menghadirkan komedi mengingat reputasinya sebagai bintang komedi jempolan. Sayang, lelucon tentang tubuh raksasanya dibandingkan dengan para liliput lama-lama membosankan.

Gulliver mendapat tempat di hati para liliput, terutama setelah dia sukses mencomblangi Horatio (Jason Segel) dengan Princess Mary (Emily Blunt), putri King Theodore (Billy Connoly). Tokoh antagonis Jenderal Edward (Chris O'Dowd) sudah meminta Princess Mary menikahinya, tetapi Horatio yang dibantu oleh Gulliver yang akhirnya dipilih oleh Sang Putri. Pertempuran yang terjadi antara Gulliver dan para liliput melawan pasukan Jenderal Edward terlihat membosankan walaupun adegan ini dimaksudkan sebagai klimaks film.

Film ini adalah sebuah panggung bagi Black, Segel sedikit mencuri perhatian, sementara yang lain hanyalah pelengkap belaka. Mengingat reputasi Black yang bagus dalam School of Rock atau Nacho Libre, sungguh disayangkan jika ia terlibat dalam Gulliver's Travel yang hanya bisa mereduksi sebuah karya sastra klasik.

Sutradara : Rob Letterman
Skenario : Joe Stillman, Nicholas Stoller
Pemain : Jack Black, Jason Segel, Emily Blunt, Amanda Peet, Billy Connolly, Chris O'Dowd

Piranha, Ketegangan Di Tengah Danau Victoria

Piranha tidak akan dikenang sebagai sebuah film yang pantas mendapatkan penghargaan, tetapi jika anda mencari sebuah film yang bisa menceriakan akhir pekan anda maka ini adalah pilihan yang bagus. Piranha 3D adalah film yang bermandikan darah dengan sajian perempuan-perempuan seksi yang akan membuat pria manapun membelalakkan matanya. Tapi jika anda tidak tahan terhadap darah dan adegan yang agak menjijikkan, maka tontonlah film animasi atau komedi romantis (sudah jelas, kan?).
Danau Victoria adalah tujuan favorit bagi para mahasiswa yang ingin menhabiskan masa-masa spring break. Elizabeth Shue berperan sebagai sheriff setempat bernama Julia. Anaknya Jake (Steven R. McQuenn) terpaksa menghabiskan liburan dengan menjaga adik-adiknya. Jake lalu bertemu dengan pembuat film "dewasa" Derrick Jones (Jerry O'Connell). Derick menawari Jake sebuah pekerjaan yang sulit ditolak - menjadi tour guide bagi Derrick dan gadis-gadis hot yang bermain dalam filmnya. Sedikit pun mereka tidak tahu bahwa mereka menuju kawasan danau yang dipenuhi piranha ganas yang tidak mengizinkan siapapun pulang dalam keadaan utuh.

Jika anda penggemar horor, maka anda akan menikmati scenes yang ada walaupun plot yang disajikan sangat textbook. Efek gila-gilaan yang ditampilkan cukup membuat kita menyunggingkan senyum di bibir. Tensi yang dibangun memuncak dengan terjadinya kematian massal di tengah-tengah kontes wet t-shirt.

Ada beberapa cameo yang cukup bagus: Richard Dreyfuss, Christopher Lloyd, dan Eli Roth adalah diantaranya. Jangan terlalu berharap pada akting para pemain di film ini. Juga jangan terlalu serius saat menonton, maka anda akan bisa menikmati Piranha.

Sutradara : Alexandre Aja
Skenario : Pete Goldfinger, Josh Stolberg
Pemain : Elizabeth Shue, Steven R. McQuenn, Jerry O'Connell

Cop Out, Not Wanted

Cop Out penuh dengan kata-kata makian kotor tetapi tidak lucu, penuh dengan peluru tetapi tidak menarik, dan tidak ada chemistry antara dua orang pemeran utama. Kekurangan-kekurangan ini terutama disebabkan oleh kualitas skenario yang ditulis 2 bersaudara Robb dan Mark Cullen. Penyutradaraannya juga tidak fokus serta membutuhkan proses editing yang ketat.

Bruce Willis terlihat tidak terlalu berusaha memerankan detektif NYPD Jimmy Monroe, yang selama 9 tahun berpartner dengan Paul Hodges (Tracy Morgan). Morgan adalah sosok menjengkelkan yang selalu overacting sehingga membuat pasangan ini nampak agak komikal. Secara keseluruhan, cerita film ini dirancang dengan buruk dan berbelit-belit. Adegan-adegannya berlarut-larut dan karakter-karakternya (terutama si penjahat) terlihat terlalu karikatural. Ada kesan sutradara Kevin Smith bingung menentukan konsep film ini. Apakah film ringan tentang sepasang polisi atau film berat yang serius?

Yang patut dicatat adalah penampilan Seann William Scott yang berhasil menjadi scene stealer dengan kemampuan bela diri yang bagus dan kebiasaan meniru mimik orang lain yang sedang berbicara.

Pencurian kartu baseball langka yang melibatkan gang Meksiko menjadi inti dari cerita Cop Out. Para anggota gang digambarkan secara stereotipikal, begitu juga korban penculikan (Ana de la Reguera) yang tidak bisa berbahasa Inggris, sering berkedip tanpa alasan jelas, dan berulang kali mengucapkan "Hi" pada waktu yang tidak tepat. Apakah ini dimaksudkan sebagai humor?

Sutradara : Kevin Smith
Skenario : Robb dan Mark Cullen
Pemain : Bruce Willis, Tracy Morgan, Ana de la Reguera, Seann William Scott

The Bounty Hunter, Gagal Mengundang Tawa

Sebenarnya, siapakah yang punya ide tentang sepasang mantan suami istri saling menghantam secara verbal bisa menjadi tontonan yang menyenangkan? Tetapi, itulah cerita yang kita dapatkan dalam The Bounty Hunter - ditambah dengan komedi romantis yang lesu dan sederetan cast yang memerankan karakter-karakter lemah.

Gerard Butler dan Jennifer Aniston terlibat dalam pertengkaran sebagai mantan suami istri. Secara fisik, mereka memang cocok dan serasi tetapi kita tidak pernah merasakan apa yang mempersatukan (atau memisahkan) mereka. Atau juga apa yang mereka lihat satu sama lain. Ini membuat kita tidak peduli apakah mereka akan bersatu lagi atau tidak.
Lebih buruk lagi, Aniston dan Butler gagal menampilkan chemistry yang bagus. Mereka gagal menyuguhkan keajaiban yang kita tunggu-tunggu dari aktor sekaliber mereka.

Butler bermain sebagai Milo Boyd, seorang bounty hunter dan mantan polisi yang mendapat tugas untuk menjemput mantan istrinya Nicole Hurly (Aniston). Hurly tidak muncul di pengadilan untuk sebuah kasus kecil dan tiba-tiba saja mendapat status wanted. Kesombongan Boyd dalam menjalankan tugas terasa aneh dan dipaksakan. Hurly yang seharusnya merupakan seorang wartawan investigasi yang berdedikasi dan penuh semangat malah hanya digambarkan sebagai perempuan dengan rok mini dan high heels yang berlarian ke sana kemari. Komedi yang dihadirkan bisa dibilang gagal mengundang tawa saat mereka saling bertengkar. Sutradara Andy Tennant nampaknya harus berpikir lebih banyak sebelum menggarap The Bounty Hunter.

Sutradara : Andy Tennant
Skenario : Sarah Thorp
Pemain : Jennifer Aniston, Gerard Butler, Gio Perez

Little Miss Sunshine, Komedi Yang Unik

Walaupun bukan produksi baru, saya tetap menampilkan Little Miss Shunshine semata-mata karena film ini punya karakter kuat dengan mengambil sudut pandang yang unik. Little Miss Sunshine dibuka dengan sepasang mata biru milik seorang gadis kecil yang seolah-olah menatap kita. Tetapi dia tidak melakukan itu. Sang gadis kecil sedang menonton TV yang menyiarkan acara penobatan pemenang kontes kecantikan. Gadis kecil itu larut dalam momen ini, seolah-olah dialah yang memenangi kontes tersebut. Saat itu juga kita tahu bahwa Litlle Miss Sunshine bercerita tentang mimpi dan ilusi.

Beberapa hari kemudian, setelah perjalanan panjang bersama keluarganya dengan menaiki mobil VW antik, impian sang gadis untuk tampil dalam kontes kecantikan semakin mendekati kenyataan. Mereka mendekati hotel tempat penyelenggaraan kontes tetapi  mereka  gagal menemukan pintu keluar yang benar dari jalan raya. Momen ini menceritakan sesuatu yang sangat besar, yaitu betapa kita bisa melihat mimpi yang ingin kita wujudkan tetapi kita sulit menemukan jalan ke arah itu.

Dari awal sampai akhir film, kita melihat satire tentang film komedi keluarga Amerika 70an yang countercultural dan anti kemapanan. Sebuah cerita yang menyindir tentang nilai-nilai Amerika yang superficial. Seolah-olah hidup hanyalah soal "menang kalah" dalam arti sangat sempit.

Sebuah adegan bagus di awal-awal film memperkenalkan kita pada keluarga Hoover di waktu yang bersamaan: Olive (Abigail Breslin) adalah gadis kecil calon ratu kecantikan tadi. Ayahnya Richard (Greg Kinnear) adalah seorang pembicara motivasi yang hidupnya justru dipenuhi kegagalan dan terobesi untuk menjadi seorang "pemenang".

Sang kakek (Alan Arkin) menghabiskan banyak waktu melatih Olive menari. Dia ditendang dari panti jompo karena ketahuan menggunakan heroin. Paman Frank (Steve Carell) adalah seorang cendekiawan yang dilanda patah hati berat sehingga mencoba bunuh diri. Kakak laki-laki Olive, Dwayne (Paul Dano) sama sekali tidak berbicara selama 9 bulan. Dia melakukan ini setelah membaca Nietzsche lalu bersumpah untuk tidak berbicara sampai dia diterima di sekolah pilot. Plus, Dwayne membenci semua orang.

Setelah adegan perkenalan, kita disuguhi adegan yang luar biasa: sebuah adegan sepanjang 20 menitan yang menyajikan makan malam keluarga. Di adegan ini kita disuguhi semua dinamika keluarga Hoover. Ini adalah langkah berani untuk memantapkan karakter dan menegaskan bahwa ini adalah film komedi. Kemudian, road trip yang digarap sangat apik menjadi suguhan utama Little Miss Sunshine.

Sulit rasanya menemukan akting dan chemistry antar pemeran sebaik dalam Little Miss Sunshine. Para aktor (di bawah arahan sutradara Jonathan Dayton dan Valerie Faris) menunjukkan bahwa reaksi nonverbal bisa lebih lucu daripada dialog ataupun punchline, dan bahwa rasa sakit bisa menjadi sumber komedi yang memuaskan.

Cerita yang unik, penyutradaraan yang bagus, dan akting prima membuat saya tidak menyesal merekomendasikan Little Miss Sunshine.

Sutradara : Jonathan Dayton, Valerie Faris
Skenario : Michael Arndt
Pemain : Abigail Breslin, Greg Kinnear, Alan Arkin, Steve Carell, Paul Dano

The Kids Are All Right, Kisah Keluarga Lesbian

Dalam The Kids Are All Right, sebuah film bagus garapan Lisa Cholodenko, anak-anak terlihat lebih dewasa dan bijaksana ketimbang orang dewasa yang bertanggung jawab terhadap mereka. Cholodenko dengan sangat anggun menjalin kejujuran yang blak-blakan dalam sebuah dongeng keluarga modern yang berusaha bertahan menghadapi sebuah perubahan.

Annete Bening dan Julianne Moore memerankan Nic dan Jules, sepasang lesbian yang membesarkan 2 anak remaja bernama Laser yang berusia 15 tahun (Josh Hutcherson) dan Joni (Mia Wasikowska) yang sudah 18 tahun. Ketenangan keluarga ini mulai terganggu ketika Laser dan Joni ingin mencari pria yang merupakan ayah biologis mereka. Sebagai informasi, Nic dan Jules donor sperma untuk hamil dan masing-masing melahirkan satu anak. Paul (Mark Ruffalo), seorang pengusaha restoran organik yang kharismatik dan bergaya hippie, ternyata merupakan sang pendonor sperma.
Semua tentang film ini terasa sangat akurat dan mulus. Mulai dari dialog sampai ke musical score. Film ini tidak semata-mata menunjukkan sepasang lesbian yang mempunyai keluarga tetapi lebih menitikberatkan pada masalah dan dilema yang mungkin saja dialami oleh keluarga konvensional. Cholodenko juga menyuguhkan naik turunnya emosi yang biasa dialami oleh remaja manapun juga, bukan cuma remaja yang mempunyai sepasang lesbian sebagai orang tua.

2 aktris terbaik di masanya memberikan penampilan kaliber Oscar. Bening tampil luar biasa sebagai dokter workaholic yang punya kemauan keras walaupun rapuh secara emosional. Moore tampil sempurna sebagai landscape designer yang punya pemikiran terbuka.

Ruffalo menunjukkan kedalaman peran sebagai seorang pria berkeinginan bebas. Dia berhasil membawakan karakter Paul yang tampan mempesona walaupun agak kekanak-kanakan. Hutcherson dan Wasikowska bermain bagus dan meyakinkan sebagai remaja sensitif dan sibuk mencari jatidiri mereka.

Ide tentang sepasang lesbian yang membesarkan anak memang terdengar sangat liberal dan sulit diterima di Indonesia. Bagaimanapun, The Kids Are All Right tetaplah sebuah film bagus dengan pesan yang bagus pula. Bahwa seorang anak tidak boleh dihalangi untuk mencari tahu tentang asal-usulnya.

Sutradara : Lisa Cholodenko
Skenario : Lisa Cholodenko, Stuart Blumberg
Pemain : Annette Bening, Julianne Moore, Mark Ruffalo, Josh Hutcherson, Mia Wasikowska
 

Due Date, Panggung Downey, Jr Dan Galifianakis

Walaupun berjudul Due Date, film ini lebih banyak bercerita tentang chemistry antar pemerannya, bukannya tenggat waktu. Ikatan bersifat sentimen dan rasa "sebal" antara Robert Downey, Jr tegang dan Zach Galifianakis yang ceroboh membuat film ini bagaikan sebuah tim sepakbola yang selalu menang. Jika bukan  karena daya tarik komikal dari Downey dan Galifianakis, Due Date hanya akan menjadi pengulangan film-film komedi bertema road trip lainnya.

 Sutradara Todd Phillips menegaskan bahwa ini adalah komedi dengan adegan pertemuan kedua tokoh utama secara tidak sengaja. Dari sini, humor-humor berluncuran seiring dengan berjalannya plot. Jenis komedi yang dihadirkan amat familiar: slapstick, mabuk ganja, dan lelucon jorok, termasuk seekor bulldog yang "bermain" dengan dirinya sendiri.

Downey bermain sebagai Peter, pria congkak yang istrinya (Michelle Monaghan) akan melahirkan. Peter harus pulang ke Los Angeles dari perjalanan bisnis di Atlanta. Di saat itulah dia bertemu dengan Ethan (Galifianakis) yang gila dan slengekan. Walaupun Ethan membawa marijuana, mereka bisa lolos dari pemeriksaan airport karena Ethan mengklaim marijuana itu sebagai obat glaukoma yang dideritanya. Tetapi mereka tetap tidak bisa terbang setelah terlibat keributan di dalam pesawat. Peter pun harus rela melakukan perjalanan darat bersama Ethan menggunakan mobil sewaan.

Adegan saat Ethan "mengisi ulang" obat glaukomanya salah satu yang terlucu. Dia juga berduka atas kematian ayahnya dan menyimpan abu jenazah sang ayah di kaleng kopi lalu membawanya ke mana-mana. Adegan tentang ini ternyata cukup mengocok perut.

Scene yang melibatkan petugas perbatasan Mexico berlangsung terlalu lama dan agak tidak masuk akal. Dalam dunia nyata, kedua orang ini pasti sudah diburu petugas. Dialog lucu, ironis dan sarkartis terjadi ketika mereka dituduh akan masuk ke Meksiko secara ilegal. Peter berkeras dan menjawab, "I've never heard of anybody trying to sneak into Mexico."

Sarkasme ala Downey inilah yang membuat Due Date enak ditonton. Begitu juga penampilan komikal yang prima dari Galifianakis. Seperti sudah disebutkan di awal resensi, chemistry keduanyalah yang membuat Due Date menjadi sebuah unik dan bagus.

Sutradara : Todd Phillips
Skenario : Alan R. Cohen, Alan Freedland, Adam Sztykiel, Todd Phillips
Pemain : Robert Downey Jr., Zach Galifianakis, Michelle Monaghan

(500) Days of Summer, Romantic Comedy yang Segar

Seperti yang dilakukan oleh film Annie Hall beberapa waktu yang lalu, (500) Days of Summer dengan sangat baik menangkap sensibilitas dari sebuah romansa kontemporer. Rasanya sulit untuk membayangkan romantic comedy yang lebih menyenangkan, lebih jenaka, lebih baik dari segi akting, dan lebih inventif ketimbang film ini.

Yang membedakan (500) Days of Summer dari romantic comedy lainnya adalah kemampuannya untuk secara halus mengejek kebiasaan yang ada dan cerita menyentuh yang disajikan dengan sebuah cara yang inovatif dan menyejukkan bagai
semilir angin. Film ini juga secara unik menyajikan segmen dengan layar terbagi 2 (split screen), di mana satu screen menyajikan "realita" dan layar lainnya menghidangkan "ekspektasi".

Joseph Gordon-Levitt sangat bagus sebagai Tom, penulis kartu ucapan berusia 20-an yang mempunyai impian-impian artistik. Summer, yang menjadi judul film, tidak mengacu pada musim melainkan sebuah karakter yang menjadi obyek gairah Tom dan dimainkan dengan sangat baik oleh Zooey Deschanel. Tom dan Summer merupakan 2 pribadi yang berbeda terutama tentang cara pandang tentang cinta. Summer tidak percaya akan cinta sedang Tom selalu mencari "the one" dan percaya dia tidak akan bahagia sebelum menemukannya. Selama setahun lebih Tom tersiksa karena sikap Summer yang skeptikal ini.

Gordon-Levitt dan Deschanel sanggup menampilkan sosok pasangan yang menarik dan meyakinkan dengan chemistry yang sungguh kuat terjalin.

(500) Days of Summer adalah sebuah kisah "retak" yang disajikan menurut sudut pandang Tom. Sejak awal kita diperingatkan bahwa ini bukanlah sebuah love story. Adegan-adegannya bolak-balik dalam rentang waktu saat Tom dan Summer bersama, disampaikan dalam struktur yang bukan sekedar linear story telling. Sayang, penampilan pemeran pendukung tenggelam karena kegemilangan para pemeran utama.

Menawan, segar, dan lucu, (500) Days of Summer menghadapkan kita pada takdir, ketertarikan, gairah, hati yang patah, dan kegigihan akan sebuah harapan. Sebuah romantic comedy yang direkomendasikan oleh blog Andi.

Sutradara : Marc Webb
Skenario : Scott Neustadter, Michael H. Weber
Pemain : Zooey Deschanel, Joseph Gordon-Levitt, Geoffrey Arend

The Other Guys

Kesalahan fatal yang dibuat oleh Terry Hoitz (Mark Wahlberg) di masa lalu saat bertugas (dia menembak Derek Jeter, seorang bintang baseball) dan keengganan Allan Gamble (Will Ferrel) untuk bertugas di lapangan membuat keduanya harus menerima nasib menjadi The Other Guys (orang biasa atau pecundang) di kepolisian New York. Kepolisian New York yang malu lalu menugaskan merka untuk melakukan pekerjaan adminstrasi bagi dua orang polisi hebat, Danson (Dwayne "The Rock" Johnson) dan Highsmith (Samuel L. Jackson).

Hoitz dan Johnson lantas "terpaksa" menggantikan Danson dan Highsmith saat harus melakukan investigasi atas seorang pengusaha, David Ershon (Steve Coogan). Di sinilah mereka berusaha membuktikan kalo mereka bukan sekedar The Other Guys.

Will Ferrel, yang pernah gagal dalam Land of The Lost, kali ini menebus kegagalannya itu. Dia tampil sangat baik di The Other Guys dengan memberikan penampilan yang jenius. Kemitraannya bersama Mark Wahlberg pun sangat sempurna dengan chemistry yang terjalin tiada duanya. Wahlberg sendiri, di luar dugaan, tampil amat sangat lucu yang berbeda jauh dengan image keras dan dingin yang selama ini melekat dalam dirinya.

Sungguh, The Other Guys adalah sebuah film komedi yang tidak akan gagal membuat penontonnya terpingkal-pingkal. Adegan awal di mana Ferrel dan Wahlberg berdebat tentang siapa yang akan menang dalam pertarungan antara singa dan tuna membuktikan hal itu. Adegan ini ditulis dan ditampilkan dengan sangat baik sehingga sanggup menghadirkan kelucuan dengan logika yang aneh. Selain humor yang sarkatis dan segar, film ini juga menyuguhkan adegan laga, kejar-kejaran mobil, ledakan, serta pesan politik yang memprovokasi. Saya sangat merekomendasikan The Other Guys karena film ini berpotensi menjadi film komedi terbaik tahun ini.

Sutradara : Adam McKay
Skenario : Adam McKay, Chris Henchy
Pemain : Will Ferrell, Mark Wahlberg, Samuel L. Jackson, Dwayne Johnson
Rating IMDB : 7.0/10

IP